:: Love is Like Heaven and Hell ::





Monday, July 16, 2007

Labirin

Wahai Peri Kecilku,

 
Labirin ini begitu rumit.
Ingatkah kau pada masa pertama kau masuki labirin? Terhipnotis oleh kidung sang minotaur. Kau labuhkan jiwamu pada perputaran tak berujung. Tergesa berusaha penuhi takdirmu. Hingga habis semua asa dan rasa. Menuju inti tak bermassa. Labirin ini menjeratmu. Engkau peri kecil yang jatuh cinta pada kerumitan.  

 
Labirin ini mulai terurai.
Dapatkah kau lihat kupu kupu merah itu? Meremang di tengah gelap. Entah dari mana dia datang. Padahal  angin pun begitu susah bawakan aroma melati untukmu. Lalu mengapa kupukupu itu datang? Adakah kau panggilnya? Sebagai penunjuk jalanmu?  Lirih cintamu telah menggodanya untuk temuimu rupanya. Terjerat ia dengan bisik syahdu jiwamu.  Menjelma bincang temani sendirimu. Dan kau lihat bahwa segala kerumitan ini terurai.  

 
Labirin ini tak lagi sesat.
Jangan kau bangunkan minotaur itu. Biarkan dia lelap dalam mimpinya. Pun jangan kau usik
tenung lingkupinya. Akan lebih rumit jika tenung itu terselesaikan dan kemudian kau jatuh cinta padanya. Lalu rumit pun bawamu pergi lagi. Ingat, kupukupu masih menunggu. Janji dalam sepi untuk membawamu pergi. Jelajahi bintang yang kau rindu. Usaikah pujamu pada malam? Yang begitu hening ketika minotaurmu tertidur. Namun begitu riuh ketika kau cumbu kupukupu Lalu kau rasa bahwa sesat tak lagi ada.

 
Labirin ini menuju pulang.
Ya...marilah kita kembali. Pada gelisah tak resah. Pada diam tak  hening. Pada sendu tak lara. Keluarlah dari labirin.  Biarkan ketersesatan itu.  Lepaskan kerumitan itu.

 
Labirin itu bukan tempatmu pulang.  
Tapi dalam labirin kita bertemu.
Dan aku akan membawamu pulang.
Menuju kita.

 

Aku.
Kupu kupu mu.

FaNNie shed tears at 11:54 am

(6)*Foolish Lover*

 


Thursday, April 12, 2007

Hitungan Menuju Fajar

Malam malam aku kan menghitungmu

Satu
Ada temu berbuih hujan

Dua
Ada senyum terbasahi pelangi

Tiga
Ada masa terlewatkan mabuk

Empat
Ada aksara menggelepar manja

Lima
Ada imaji menyelinap tertidur

Enam
Ada sapa menjelma kidung

Tujuh
Ada degup tertinggalkan rindu

Delapan
Ada kecup mencibir mesra

Sembilan
Ada haus akan dekat

Sepuluh
Dan akhirnya cinta tertunduk syahdu

 
Kita pun tertawa kasmaran menunggu fajar

 
P.S. Besok kita hitung sampai 100 ya…..

FaNNie shed tears at 01:07 pm

(20)*Foolish Lover*

 


Monday, March 12, 2007

Meaningless

Kata tak bermakna
Terbungkus ilusi seolah nyata
Menjadi riuh tak bergema
Di antara ketajaman yang tumpul

Aksara tak berarti
Tersamar oleh  harap seakan wujud
Menjelma bising statis
Di sela keterpenuhan yang hampa

Lilitan mimpi ini demikian erat
Hingga tak lagi terpisahkan
Jarak benar dan dusta
Hanya tera berlumur kosong

Sudah…..
Hentikan cakapmu
Terlalu manis
Hingga menyesakkan
Namun
Nihil arti

FaNNie shed tears at 02:53 pm

(4)*Foolish Lover*

 


Monday, February 26, 2007

Farewell

The final words
Parting but not soothing
The last lexis
Smiling but not cheering
The complete story
Full circle but empty

 
O foolish lover
Cease your whining
This land is no longer your playground
You already granted the right
To the beloved princess of his

 
Be gone
Just fade
To the background
The saddest wallflower

 
Be quiet
Just mute
Still as a statue
The static lullaby


Just nothingness
Presence no longer here
Only faint memory
Grave less being

 
Good bye
Not
See you again

FaNNie shed tears at 01:26 pm

(4)*Foolish Lover*

 


Previous Page Next Page